Garudaposnews

Bersama Membangun Bangsa

Advertisement

LSM Garuda Mas Angkat Bicara: Tuduhan Terhadap Lapas Medan Harus Berbasis Data, Bukan Sekadar Opini Publik



Garudaponews.id, ‎MEDAN – Menanggapi polemik yang berkembang di Media Sosial terkait tudingan peredaran narkoba dan praktik ilegal di Lapas Kelas I Medan, lembaga swadaya masyarakat Garuda Mas meminta semua pihak untuk bersikap objektif dan tidak terburu-buru menghakimi instansi tersebut tanpa bukti yang valid.

‎Ketua LSM Garuda Mas, Abdul Hamid, BA, SH menyatakan bahwa dinamika yang terjadi antara aliansi mahasiswa dan pihak Lapas perlu disikapi dengan kepala dingin.

‎Menurutnya, ketidakhadiran pihak Lapas dalam forum debat terbuka yang digagas mahasiswa bukan berarti bentuk ketakutan atau kurangnya transparansi.
‎“Kita harus paham bahwa Lapas adalah institusi negara yang memiliki aturan main dan protokoler”.

‎Menyelesaikan persoalan hukum atau tudingan serius lewat debat terbuka di jalanan atau forum non-formal itu kurang tepat sasaran. Seharusnya, dorong audiensi resmi atau sampaikan bukti ke kanal pelaporan internal dan penegak hukum,” ujar Abdul Hamid saat memberikan keterangan kepada media saat berada dikantor nya, Senin (13/4).

‎Abdul Hamid menambahkan bahwa selama ini pihaknya memantau adanya upaya berkelanjutan dari pimpinan Lapas Kelas I Medan dalam melakukan pembenahan internal. Ia menilai tuduhan mengenai praktik “lodes” atau peredaran narkoba perlu dibuktikan melalui proses investigasi resmi, bukan sekadar narasi yang dibangun di media sosial.

‎”Jangan sampai opini publik menutupi kinerja positif yang sudah dilakukan. Kami melihat razia blok hunian dan tes urine bagi petugas terus dilakukan secara konsisten. Jika ada oknum yang bermain, silakan dilaporkan dengan bukti autentik, bukan dengan menantang debat yang ujung-ujungnya hanya menjadi panggung retorika,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, Abdul Hamid mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk lebih elegan dalam menyampaikan aspirasi. Sebagai kaum intelektual, mahasiswa diharapkan bisa menggunakan jalur komunikasi yang lebih konstruktif.

‎“Pihak Lapas itu mitra kita dalam pembinaan warga binaan. Mari kita kawal bersama dengan cara-cara yang sesuai prosedur kedinasan. LSM Garudamas siap menjadi jembatan komunikasi selama tujuannya adalah perbaikan, bukan untuk memojokkan satu pihak tanpa dasar yang jelas,” tutup ketua umum LSM

‎Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Bergerak USU mengancam akan melakukan aksi massa pada 27 April mendatang sebagai bentuk protes atas sikap diamnya pihak Lapas terkait undangan debat publik yang mereka layangkan.(Dn)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *