Garudaposnews.id, MEDAN – Dugaan praktik peredaran narkotika di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan hangat. Isu ini mencuat setelah adanya informasi mengenai aktivitas transaksi terorganisir di dalam lingkungan warga binaan tersebut.
Berdasarkan kabar yang beredar, aktivitas terlarang itu diduga berlangsung secara sistematis melalui sejumlah titik yang dijadikan lokasi transaksi atau loket penjualan. Salah satu lokasi yang dituding menjadi pusat transaksi berada di Blok C yang ditengarai dikendalikan oleh seorang narapidana berinisial R, serta di Blok D yang diduga digerakkan oleh narapidana lain berinisial I.
Sebelum narasi ini meluas di media sosial Facebook melalui unggahan Posmetro Medan, organisasi Jaringan Independen Pemuda Indonesia (JIPI) melalui ketuanya, Deni Siregar, sudah lebih dulu menyuarakan desakan keras. Melalui unggahan di akun Instagram de14dotcom, JIPI meminta adanya audit investigatif dan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran Lapas Binjai. Mereka menegaskan agar pihak yang terbukti lalai segera dicopot dan diproses sesuai hukum demi mewujudkan komitmen zero handphone dan narkoba di dalam lapas.
Persoalan ini dinilai menjadi tantangan besar yang harus segera ditanggapi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara yang baru menjabat, Jalu Yuswa Panjang. Pasalnya, Kepala Lapas (Kalapas) Binjai, Mochamad Mukaafi, juga tercatat baru beberapa bulan menduduki posisinya.
Saat wartawan berupaya melakukan konfirmasi langsung guna mendapatkan klarifikasi, Kalapas Binjai Mochamad Mukaafi memilih terdiam dan tidak memberikan balasan hingga berita ini diturunkan.
Di sisi lain, tanggapan berbeda datang dari Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Kplp) Binjai. Saat dikonfirmasi mengenai isu miring tersebut, pihak Kplp dengan tegas menyatakan bahwa informasi mengenai peredaran narkoba terkendali di dalam blok tersebut adalah tidak benar.
Meskipun ada bantahan dari pihak pengamanan internal, masyarakat dan berbagai pihak tetap berharap adanya tindakan nyata dan langkah tegas dari Kakanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara untuk turun tangan mengevaluasi kinerja manajemen Lapas Binjai, guna memastikan kebenaran di lapangan secara transparan.(TIM)
Isu Dugaan Peredaran Narkoba di Lapas Binjai Tidak Benar!! Masyarakat Pinta Kakanwil Jalu Yuswa Panjang Segera Lakukan Evaluasi












Leave a Reply