Garudaposnews.id, Sibolangit, Deli Serdang — Di tengah ancaman material longsor yang masih menyelimuti kawasan Pemandian Sembahe, Serumpun Bambu, kehadiran Personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut menjadi harapan bagi warga terdampak. Dengan semangat kemanusiaan dan jiwa pengabdian yang tinggi, Brimob hadir bukan hanya sebagai pengaman, tetapi juga sebagai penyelamat bagi harta benda masyarakat yang tertimbun.
Pada Kamis (09 April 2026) pukul 10.00 WIB hingga selesai, kegiatan peninjauan, pembersihan, dan pengambilan barang-barang milik warga dilaksanakan secara intensif dan terukur. Operasi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Danton III Kompi 4 Batalyon A Pelopor, IPDA Ricky Sihotang, S.Psi., M.Psi., M.B.A., yang turun langsung mengendalikan jalannya kegiatan di lapangan.

Dengan perlengkapan SAR yang lengkap dan kesiapan personel yang terlatih, setiap sudut lokasi terdampak disisir dengan penuh kehati-hatian. Material tanah, lumpur, serta puing-puing yang menutup akses tidak menyurutkan langkah para personel. Mereka bahu-membahu, berpacu dengan waktu demi menyelamatkan barang-barang berharga milik warga yang menjadi korban bencana.
Fokus utama kegiatan hari ini adalah membantu masyarakat menemukan kembali harta benda yang tertimbun, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana. Dari hasil penyisiran di lokasi, personel berhasil menemukan sejumlah barang milik warga, di antaranya dua unit sepeda motor serta berbagai peralatan rumah tangga yang sebelumnya tertimbun material longsor.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi bukti profesionalisme dan ketangguhan Brimob, tetapi juga mencerminkan komitmen kuat dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Di tengah kondisi yang penuh risiko, personel tetap mengedepankan keselamatan, ketelitian, serta kerja sama tim yang solid.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar, dengan kekuatan personel yang lengkap serta dukungan peralatan yang memadai. Kehadiran Brimob di tengah situasi darurat ini menjadi wujud nyata bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam dalam menghadapi setiap musibah yang menimpa masyarakat.
Kegiatan akan terus berlanjut seiring perkembangan situasi di lapangan, sebagai bentuk dedikasi tanpa henti dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.(Dn)













Leave a Reply