Garudaposnews.id, Medan – Perayaan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Sumatera Utara tahun ini terasa lebih hidup dan bermakna. Di balik keriuhan warga yang memadati area bazar di halaman Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara,
Sosok Bapak Fonika Afandi, Kalapas Kelas I Medan, yang bertindak sebagai motor penggerak sekaligus Ketua Panitia dalam menyukseskan gelaran Bazar Murah Produk Karya Warga Binaandi Kantor Wilayah Ditjenpas Sumut, 10/04/26.
Dalam laporannya, Fonika Afandi berhasil mengkurasi sedikitnya 440 produk unggulan yang datang dari berbagai Unit Pelaksana Teknis di wilayah Medan. Baginya, angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata dari dedikasi warga binaan yang terus mengasah kemampuan meski berada di ruang terbatas.
Pesan dan Harapan Fonika Afandi
Di tengah hiruk-pikuk acara, Fonika Afandi menyampaikan sebuah pesan yang menyentuh sisi kemanusiaan. Beliau memandang bahwa setiap barang yang dipajang di stan bazar adalah representasi dari perjalanan transformasi seorang manusia.

”Setiap anyaman, lukisan, dan produk olahan ini adalah cerita tentang perubahan. Kami di Lapas Kelas I Medan bersama rekan-rekan UPT lainnya berkomitmen untuk memastikan bahwa tembok penjara bukanlah pembatas bagi kreativitas. Kami ingin masyarakat melihat bahwa di dalam sini, ada tangan-tangan terampil yang sedang berusaha memperbaiki masa depan,” ungkap Fonika dengan penuh keyakinan.
Harapan besar juga beliau gantungkan pada keberlanjutan program ini. Fonika menginginkan agar masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata mereka yang pernah tersesat.
Beliau berharap bazar ini menjadi jembatan emosional yang meruntuhkan dinding prasangka, sehingga saat warga binaan kembali ke tengah masyarakat, mereka diterima sebagai pribadi baru yang mandiri, berdaya guna, dan memiliki harga diri melalui karya-karyanya.
Membangun Ekonomi dan Sinergi
Selain menonjolkan aspek kreativitas, Fonika Afandi juga menginisiasi hadirnya 200 paket tebus murah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga sekitar.
Dengan merangkul UMKM lokal dari Tanjung Gusta, beliau berhasil menciptakan sebuah ekosistem ekonomi mikro yang saling menguntungkan.
Keberhasilan acara ini menjadi catatan prestasi tersendiri bagi Fonika Afandi sebagai ketua panitia.
Beliau membuktikan bahwa kepemimpinan yang humanis mampu mengubah wajah pemasyarakatan menjadi institusi yang lebih terbuka, produktif, dan dicintai oleh masyarakat luas.
Kesuksesan bazar ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus berinovasi dalam membina manusia.(Dn)













Leave a Reply