Garudaposnews

Bersama Membangun Bangsa

Advertisement

Sisi Lain Dibalik Jeruji: Investigasi Wartawan Menemukan Ruang Perubahan di Lapas Pancur Batu, Keluarga Napi Mengaku Terbantu



Garudaposnews.id, Pancur Batu – Di balik tembok tinggi dan kawat berduri Lapas Kelas IIA Pancur Batu, tersimpan cerita yang jauh berbeda dari isu miring yang beredar belakangan ini. Tim investigasi wartawan mencoba menelusuri bagaimana kehidupan sebenarnya di dalam Lapas dan bagaimana dampaknya bagi keluarga warga binaan.

Bukannya menjadi sarang kejahatan, penelusuran lapangan justru menemukan potret pembinaan yang humanis dan sistematis.

Kami menemui S (42), salah satu istri warga binaan yang sedang mengantre titipan makanan. ia menceritakan kepada awak media terhadap perubahan suaminya sejak mendekam di Lapas Pancur Batu.

“Dulu di luar, suami saya susah sekali diajak ibadah. Sekarang, dia selalu mengingatkan anak-anak shalat. Di dalam dia ikut pengajian rutin. Saya sangat berterima kasih kepada petugas yang membimbingnya,” ujar S.

Hal senada diungkapkan keluarga lain yang merasa terbantu dengan adanya kemudahan informasi mengenai masa tahanan melalui layanan transparan yang disediakan pihak Lapas.

Investigasi wartawan juga melihat langsung warga binaan tidak dibiarkan menganggur; mereka dilatih berbagai keterampilan, mulai dari kemahiran bengkel, pertukangan, cuci mobil hingga kemandirian pangan.

Saat dikonfirmasi mengenai isu miring yang beredar, salah satu masyarakat sekitar Lapas yang sering berinteraksi dengan petugas menyatakan bahwa pengawasan di Lapas Pancur Batu justru semakin ketat namun tetap mengedepankan pendekatan kekeluargaan.

“Kalau dibilang ada jaringan ilegal, kami yang di luar pasti merasa resah duluan. Tapi sejauh ini, lingkungan Lapas sangat kondusif. Petugas sering berbaur dan memastikan tidak ada gangguan kamtib (keamanan dan ketertiban),” ungkapnya.

Upaya Lapas Kelas IIA Pancur Batu dalam memanusiakan manusia tampaknya mulai membuahkan hasil. Dukungan dari keluarga menjadi suplemen terkuat bagi warga binaan untuk benar-benar bertaubat.



Lapas bukan lagi sekadar tempat penghukuman, melainkan sebuah “Pesantren dan Bengkel Kerja” yang memberikan kesempatan kedua bagi mereka yang pernah tersesat. Keluarga berharap agar kepemimpinan dan sistem yang sudah baik ini terus dipertahankan demi masa depan warga binaan yang lebih cerah.

Disamping itu mengenai pemberitaan yang beredar pihak Lapas menyatakan sangat menghargai fungsi kontrol sosial dari publik. Namun, pihaknya berharap informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus melalui verifikasi yang jelas agar tidak menimbulkan kegaduhan.

“Kami selalu terbuka terhadap evaluasi dan audit dari instansi berwenang, baik dari Kanwil maupun Pusat. Kami bekerja secara transparan untuk memulihkan dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan”Ucapnya(Dn)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *