Garudaposnews

Bersama Membangun Bangsa

Advertisement

Wujudkan Tertib Berlalu Lintas, Polres Serdang Bedagai Gelar Operasi Keselamatan Toba 2026



Garudaposnews.id, SERDANG BEDAGAI – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan di jalan raya, Polres Serdang Bedagai menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan “Keselamatan Toba 2026”. Kegiatan ini berlangsung khidmat di lapangan apel Mapolres Serdang Bedagai pada Senin (02/02/2026) pagi.

Apel ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Serdang Bedagai, KOMPOL Rudy Candra, SH, MM, mewakili Kapolres, dengan Kasat Lantas AKP Fauzul Arasy S.Psi bertindak sebagai Perwira Apel dan Kanit Regident IPDA M.P Rumapea sebagai Komandan Apel.

Dalam amanat yang dibacakannya, KOMPOL Rudy Candra menekankan bahwa Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) adalah hal mutlak yang harus dirasakan masyarakat. Mengusung tema “Tertib Berlalu Lintas Guna Terwujudnya Asta Cita di Wilayah Hukum Polda Sumatera Utara”, operasi ini bertujuan menekan angka kecelakaan akibat kelalaian pengguna jalan.

“Operasi Keselamatan Toba 2026 akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Kita harus hadir di tengah masyarakat untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan yang persuasif dan edukatif,” ujar KOMPOL Rudy Candra.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Serdang Bedagai, di antaranya:
* Suwanto Nasution, S.Pd, MM (Sekda Kab. Serdang Bedagai)
* Mayor Inf Ponidi (Pabung Kodim 0204/DS)
* Drs. H. M. Dedi Iskandar, S.Sos., M.Si. (Kadis Perhubungan)
* Wahyudhi S.STP, M.Si (Kadis Pol PP)
* Perwakilan Jasa Raharja dan PJU Polres Serdang Bedagai.

Sebanyak 1.983 personel gabungan (Polda Sumut dan jajaran kewilayahan) dikerahkan dalam operasi ini. Sasaran utama mencakup titik rawan kemacetan, lokasi rawan kecelakaan, serta penertiban kendaraan angkutan umum maupun pribadi.

Pimpinan apel juga memberikan instruksi tegas kepada seluruh personel agar menghindari praktik pungli dan arogansi. Sebaliknya, petugas diminta mengedepankan prinsip 3S (Senyum, Sapa, Salam) sebagai bentuk pelayanan prima.

“Lakukan deteksi dini pada lokasi rawan dan utamakan pendekatan humanis melalui media sosial maupun alat peraga seperti spanduk agar pesan keselamatan sampai ke hati masyarakat,” tambahnya.

Rangkaian acara ditutup dengan penyematan pita tanda operasi, foto bersama, serta pemeriksaan kendaraan dinas guna memastikan kesiapan sarana prasarana selama operasi berlangsung. Hingga kegiatan berakhir pukul 08.45 WIB, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.(Dn)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *