Garudaposnews

Bersama Membangun Bangsa

Advertisement

Gema Shalawat di Balik Jeruji: Refleksi Isra Mi’raj di Rutan Sidikalang



Garudaposnews.id, Sidikalang – Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taubah, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sidikalang pada Jumat (16/01/2026). Di balik dinding pembinaan, lantunan Shalawat Jibril menggema hebat, menyatukan suara para petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam peringatan agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H.


Membawa tema “Mari Kita Tingkatkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT dengan Kecintaan Kita Kepada Rasulullah SAW”, acara ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum “hijrah spiritual” bagi mereka yang sedang mencari jalan pulang menuju kebaikan.

Acara dibuka dengan sangat menyentuh melalui pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kesyahduan sari tilawah yang dibacakan seolah memberi keteduhan bagi setiap jamaah yang hadir.
Ketua BKM Masjid At-Taubah bersama Bapak H. Lindung Kaloko (Kasi Bimas Kemenag Dairi) memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme warga binaan. Beliau berpesan bahwa salat adalah “oleh-oleh” terindah dari perjalanan Isra Mi’raj yang harus dijaga sebagai tiang kehidupan.

Mewakili Kepala Rutan, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Bapak Brema Barus, memberikan pesan yang membakar semangat. Beliau menekankan bahwa kedisiplinan dalam ibadah di dalam Rutan adalah modal utama untuk menjadi pribadi baru saat bebas nanti.


“Satu hal yang harus menjadi pegangan kita semua: Fastabiqul Khairat, berlomba-lombalah dalam kebaikan. Jangan jadikan tempat ini penghalang, tapi jadikan sebagai batu loncatan untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta,” tegas Brema Barus.


Puncak acara diisi oleh tausiyah dari Ustadz Abdul Yajid Lingga. Dengan gaya penyampaian yang menyentuh hati, beliau mengupas tuntas perjalanan agung Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha.


Pesan utama yang beliau sampaikan sangat mendalam bagi warga binaan: Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Beliau mengingatkan bahwa salat adalah kunci utama untuk meraih ketenangan hati, seberat apa pun ujian hidup yang sedang dihadapi.

Peringatan Isra Mi’raj ini diakhiri dengan doa bersama, di mana nampak beberapa warga binaan tertunduk khusyuk, meresapi setiap kalimat doa yang dipanjatkan. Sebuah bukti bahwa di tempat terbatas sekalipun, iman tetap bisa tumbuh tanpa batas.(Dn)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *